Rabu, 30 Maret 2022

3.3.A.9. KONEKSI ANTARMATERI PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID


PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID



Alat peraga
 Hasil kreasi dari limbah sampah 

Keberhasilan program sekolah tidak terlepas dari pemanfaatan sumber daya yang menjadi modal dalam menunjang keberhasilan pembelajaran di sekolah. Sumber daya atau aset yang dimiliki adalah kekuatan dalam melaksanakan program yang mengedepankan kepentingan peserta didik atau program yang berdampak pada murid. Program-program tersebut dijalankan secara berkelanjutan yang diselaraskan dengan kekuatan atau aset yang dimiliki sekolah.
Dalam penyusunan program harus disesuaikan dengan visi dan misi sekolah yang ada agar program dapat tersusun dan terencana dengan baik. Program yang dilaksanakan sudah sewajarnya memiliki tahapan-tahapan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, rencana tindak lanjut sebagai perbaikan. Perencanaan yang matang akan menetukan keberhasilan dan kesuksesan dari program tersebut. Rencana sebagai langkah awal akan menuntun langkah-langkah selanjutnya yang mengarahkan terhadap pencapaian tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai dari program tersebut. Program harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan patokan dalam melaksanakan program yang akan dijalankan.

Untuk mewujudkan program yang berdampak pada murid,  dengan visi Religius dan Unggul memiliki sumber daya atau aset yang sangat memadai. Mulai dari modal sumber daya manusia, sosial, fisik atau sarana dan prasana, lingkungan atau alam, politik, finansial, agama dan budaya dapat digunakan sebagai penunjang program sekolah yang diharapkan.

Sebagai implementasi dari pemanfaatan tujuh aset yang menunjang pembelajaran, program sekolah yang dibuat harus mempunyai ketentuan menjadi panduan dalam menyusun rencana program tersebut. Salah satu panduan yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan paradigma inkuiri apresiatif melalui tahapan BAGJA, 

  1. Menerapkan paradigma apresiatif melalui tahapan BAGJA
  2. BAGJA merupakan akronim (singkatan) dari 5 langkah utama yang digunakan dalam sebuah proses Inkuiri Apresiatif. Inkuiri apresiatif merupakan sebuah pendekatan kolaboratif untuk mengetahui kondisi suatu organisasi atau komunitas dalam mengembangkan perilaku suatu organisasi dan dijalankan dalam suasana yang positif dan apresiatif. Lima tahapan utama yang dijalankan dalam BAGJA tersebut adalah:

    • Buat pertanyaan utama

    Pertanyaan Utama ini digunakan sebagai penentu arah penelurusan terkait perubahan yang kita inginkan. Berikut ini contoh pertanyaan yang dapat digunakan untuk memulai proses lainnya

    • Ambil Pelajaran

    Langkah ini dapat dilakukan setelah pertanyaan utama disepakati. Bagian ini akan menuntun mengambil pelajaran dari pengalaman individu atau kelompok baik dalam unsur yang berbeda maupun sama.

    • Gali Mimpi bersama

    Langkah selanjutnya dalah gali mimpi bersama. Pada tahapan ini komunitas sekolah (Kepala Sekolah, Guru, Siswa) akan menggali mimpi sebagai keadaan ideal yang diinginkan dengan digambarkan secara rinci melalui sebuah narasi dan diperlukan pertanyaan-pertanyaan pemandu dalam penyusunan narasi, 

    • Jabarkan rencana untuk mencapai gambaran yang diinginkan

    Tahapan ini akan mengidentifikasi tindakan yang diperlukan dan mengambil keputusan-keputusan.  Ketika perencanaan awal kita perlu membuat pertanyaan-pertanyaan untuk membantu penyusunan rencana agar lebih konkret, seperti:

    1. Siapa yang akan melakukan apa, bagaimana, dan kapan?
    2. Bagaimana mengukur kemajuan dan melanjutkan langkah?
    3. Bagaimana agar setiap orang dalam komunitas sekolah dapat secara informal melakukan improvisasi dan kontribusi membantu terwujudnya perubahan?
    4. Apa langkah-langkah kecil yang diperlukan?
    5. Apa langkah besar (inovatif, terobosan, berani) untuk memperbesar terwujudnya perubahan?
    • Atur Eksekusi

    Tahapan ini membantu transformasi rencana menjadi nyata. Diperlukan pertanyaan2 yang dapat membantu memutuskan peran dan  kesepakatan-kesepakatan pelaksanaan seperti:

    1. Siapa yang akan terlibat mewujudkan rencana-rencana?
    2. Bagaimana mereka mengomunikasikan dan melaporkan kemajuan? Kepada siapa?
    3. Siapa yang akan bertanggungjawab, siapa yang akan menindaklanjuti/memberikan umpan balik suatu laporan?
    4. Siapa yang akan memonitor batas waktu?

    Langkah-langkah kongkrit yang bisa kita lakukan dalam menerapkan BAGJA yang menggunakan paradigma inkuiri apresiatif adalah:

    • Menyusun rencana perubahan
    • Memahami kekuatan yang ada di sekolah, sebagai dasar untuk melakukan perubahan positif
    • Mengevaluasi hal-hal positif yang ada di sekolah
    • Berkolaborasi dengan stakeholders dan rekan sejawat
    • Dukungan dan motivasi dari seluruh stakeholders
    • Pendekatan psikologi positif.

    Dari semua langkah yang kita susun kita harus mengupayakan agar kelemahan suatu sistem dalam organisasi menjadi tidak relevan, karena semua aspek dalam organisasi fokus pada penyelarasan kekuatan, dengan satu tujuan yaitu mengatasi kelemahan.

    Keterkaitan Modul 3.3 dengan Modul-modul lain pada Materi Pendidikan Guru Prnggerak

    Modul 3.3. Pengelolaan Program yang berdampak pada murid memiliki keterkaitan dengan modul sebelumnya. Berikut adalah deskripsi keterkaitan modul 3.3 dengan modul sebelumnya.

    • Kaitannya dengan Filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara

    Proses menuntun yang dilakukan guru untuk memerdekakan belajar murid akan cepat terrealisasi dengan program-program sekolah yang berdampak pada murid. Program-program sekolah yang mengarahkan dan menuntun murid untuk bisa hidup sesuai dengan kodrat alam dan zamannya. Segala potensi yang dimiliki murid akan berkembang secara maksimal dengan adanya program yang berdampak pada murid.

    • Kaitannya dengan Inkuiri Apresiatif

    Dalam menyusun program, sekolah akan merancang sebuah program yang dapat dirasakan dan berdampak pada pengembangan murid dan sekolah itu sendiri. Program yang berdampak murid akan didapatkan dengan menyusun program tersebut secara kolaboratif dan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki. Kekuatan yang dikembangkan agar memiliki kekhasan sendiri yang membedakan dengan sekolah lainnya. Proses penyusunan program tersebut mengimplementasikan tahapan BAGJA dengan menerapkan pendekatan inkuiri apresiatif.

    • Kaitannya dengan pengelolaan aset sekolah 

    Segala aset/kekuatan/potensi yang dimiliki sekolah haruslah dipetakan, dikelola dan dimanfaatkan untuk mendukung dan mewujudkan program yang berdampak pada murid. Program yang berdampak pada murid akan cepat dan tepat terlaksana jika aset-aset dimiliki sekolah dapat dimaksimalkan.

Rabu, 23 Maret 2022

Refleksi terbimbing 3.3.a.6




PENGELOLAAN  PROGRAM BERDAMPAK PADA MURID
Henny Kurniati,S.Pd.
CGP Angkatan ke 3 Kota Bima
NTB 



Tujuan Pembelajaran Khusus:  

  • CGP dapat melakukan refleksi dan metakognisi terhadap proses pembelajaran yang telah mereka lalui.
  • CGP menggunakan pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diampunya.
  • Anda telah sampai pada fase refleksi terbimbing. Inilah saatnya Anda merenung, mengingat kembali, dan melakukan refleksi mendalam berdasarkan pengalaman belajar yang telah Anda lalui. Proses melakukan refleksi dan membuat kesimpulan ini didorong melalui pendampingan dan pertanyaan-pertanyaan fasilitator melalui LMS yang disediakan
  • 1. Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid?

    Materi mengenai pengelolaan program yang berdampak pada murid sangat menarik bagi saya, terutama :

     
    ·        Menentukan prioritas masalah dan kebutuhan di sekolah

    ·         Bentuk-bentuk program dan strategi memilih bentuk program yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan aspek-aspek dalam pengembangan program (format, durasi kerja, sumber daya, lokasi)

    Tahapan pengelolaan program yang efektif dan berdampak serta mengevaluasi praktik yang selama ini dijalankan di sekolah

    ·         Manajemen Risiko dan mengelola risiko menjadi sebuah potensi yang berorientasi pada pembelajaran murid

    ·         Prinsip-prinsip monitoring dan evaluasi serta menerapkannya dalam pengelolaan program

  • 2.    Apa yang mengejutkan yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid?

    Yang mengejutkan bagi saya dlam mempelajari modul ini adalah ketika saya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana merencanakan suatu program atau kegiatan yang berdampak pada murid dengan 3 aspek dan 7 karakteristik lingkungan yang perlu diperhatikan dalam menyusun Program atau Kegiatan

  •          3.  Apa yang berubah yang akan Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?

    Saya akan berusaha untuk mengimplementasikan ilmu yang saya dapat di modul ini dan saya akan menyusun program atau kegiatan menarik yang berdampak pada murid serta melatih kepemimpinan murid.    

            4.    Apa yang menantang bagi  Anda untuk memahami apa yang disampaikan dalam modul ini? 

                       Hal yang menantang bagi Saya yaitu ketika saya menyusun program atau kegiatan tidak direspon oleh                    kepala sekolah dan teman sejawat saya. 

         5.   Sumber-sumber dukungan yang saya miliki untuk membantu saya menyusun program yang berdampak                  pada murid.

                      Sumber-sumber dukungan yang saya miliki adalah manusia yang terdiri dari kepala sekolah, rekan                           sejawat,  murid, dan orang tua murid. Selanjutnya sarana dan prasarana dan  lingkungan yang aman,                     nyaman, dan bersih


Sabtu, 12 Maret 2022

Koneksi Antar Materi 3.2

 KONEKSI ANTAR MATERI 

MODUL 3.2.a.9 

KEPEMIMPINAN DALAM MENGOLAH SUMBER DAYA 




Henny Kurniati,S.Pd.

TK Negeri Pembina 01 Raba Kota Bima NTB 


  A.SINTETIS BERBAGAI MATERI

Mengelola sumber daya merupakan hal yang penting dilakukan dalam suatu komunitas, salah satunya adalah dilingkungan sekolah. Optimalnya suatu lembaga pendidikan atau sekolah memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai suatu tujuan visi dan misi yang sudah direncanakan. Dengan demikian maka seorang pemimpin harus mengetahui fungsi dan tanggung jawab sebagai pemimpin agar bisa membawa kemajuan dan mengelola serta memberdayakan sumber daya yang ada. Selain itu kemampuan manejerial juga harus dilakukan dengan menekankan pada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih bermanfaat dan berkelanjutan.

Ada 2 Pendekatan yang digunakan dalam mengelola sumber daya yaitu:

Pendekatan Berbasis kekurangan atau masalah(Defisit Based Thingking)

 1. Pendekatan berbasis ini yaitu lebih memusatkan perhatian kita pada apa yang kurang adan apa yang tidak bekerja. Segala sesuatunya dilihat dari cara pandang negatif sehingga kita harus bisa mengatasi kekurangan semakin lama semakin curiga dan berpikir negatif dan pada ahirnya menjadikan kita lemah pada poetnsi dan peluang yang ada.

 2. Pendekatan Berbasis Aset atau kekuatan (Asset Based Thingking) Pendekatan berbasis ini yaitu lebih memusatkan perhatian kita tentang masa depan, kekuatan aset yang ada, berfikir tentang kesulitan yang telah diraih, mengorganisasikan komptenensi dan sumber daya yang ada, merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan yangada di sekolah, melaksanakan dan mengimplementasikan rencana akasi yang sudah diprogramkan.


Implementasi Pemimpin Pembelajaran dalam mengelola Sumber daya 

                                                               Di kelas: .

1. Melakukan pendekatan berbasis aset/kekuatan dengan menemukan dan mengenali hal-hal positif yang ada pada diri murid di kelas untuk dapat dikembangkan sehingga menjadi potensi yang positif.

 2. Melakukan pendekatan berbasisaset/kekuatan untuk mengorganisasikan sumber daya yang ada berupa sarana prasarana serta lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya/aset sehingga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

Di Sekolah: 


Pemanfaatan aset  untuk peningkatan Mutu pendidikan anak Usia Dini 
Puncak Tema di BMKG

 1.Mengkomunikasikan Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya kepada kepala sekolah dan rekan sejawat di sekolah. 

2. Melakukan pemetaan aset atau sumber daya yang telah dimiliki oleh sekolah. Berkolaborasi dengan semua stekhoder untuk mengelola sumber daya melalui pendekatan berbasis aset/kekuatan melalui perencanaan kegiatan yang dilakukan sekolah 


 Aset Utama dalam Sebuah Komunitas :

 1.Modal Manusia

 2.Modal Sosial 

3.Modal lingkungan Alam 

4.Modal Politik 

 5.Modal Finansial 

6.Modal Fisik

7.Modal Agama dan Budaya

KETERKAITAN ANTAR MATERI 

Hubungan dengan Filosofi KHD


Ki Hajar Dewantara 
(Bapak Pendidikan Indonesia)


 Menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

Seorang pendidik harus cerdas dan mampu mengelola dan menggali kemampuan murid dan aset yang ada dengan menyesuaikan dengan kodrat dan keadaan agar nyaman dan bahagia serta menyenangkan dalam proses pembelajaran

Hubungan dengan Nilai dan Peran Guru Penggerak

Menjadi pemimpin pembelajaran sudah pasti dan harus memiliki nilai dan peran yang maksimal dalam mengelola sumber daya dan aset yang ada baik di kelas maupun sekolah serta lingkungan sekitar. Adapun nilai peran guru penggerak yaitu berpihak pada murid, mandiri, kolaboratif, reflektif dan inovatif.Sehingga peran seorang guru penggerak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pemimpin pembelajaran dan mewujudkan kepemimpinan pada murid

Hubungan dengan Pembelajaran yang berdampak pada murid

Pembelajaran Berdiferensiasi Dengan mengelola sumber daya sesuai dengan minat dan bakat serta profil belajar anak maka akan menghasilkan pembelajaran yang berkualitas 

Kompetensi Sosial Emosional (KSE) Hubungan antara KSE dalam mengelola sumber daya atau aset merupakan satu hal yang tidak bisa dipisahkan. Karena dalam mengelola sumber daya yang ada dibutuhkan emosi yang stabil dan tidak membuat kita sters dalam mengelolanya. Sehingga dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Hubungan dengan Coaching

Tehnik coaching sangat diperlukan dalam menggali potensi siswa untuk menemukan solusi dari masalah yang dihadapi oleh siswa terkait dengan pemanfaatan sumber daya atau aset yang ada. Dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka maka kita sebagai pendidik akan menemukan potensi yang dimiliki oleh siswa dalam memanfaatkan bakat dan minat yang ada dalam diri siswa tersebut.

Hubungan dengan Dilema Etika 

Prinsip pengambilan keputusan dengan menggunakan 9 langkah, 3 prinsip dan 4 paradigma maka pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, tepat dan benar dalam mengelola sumber daya agar tidak keluar dari norma dan tata peraturan. Sehingga keputusan yang diambil bukan hanya mementingkan kepentingan pribadi melainkan kepentingan bersama dalam mengelola aset yang ada. 

Hubungan dengan Inkuiri Apresiatif (Tahapan Bagja)

 Tahapan BAGJA merupakan langkah penting yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin dalam mengelola sumber daya. Seorang pemimpin dapat mengelola sumber daya dengan tepat sesuai dengan tujuan visi dan misi yang telah diprogramkan dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki baik oleh individu maupun sekolah

Kesimpulan

Mindset  saya atau pola pikir  saya berubah !!

Sebelum mempelajari materi


lomba masak menu sederhana 

Selama ini pola pikir saya yang berkembang dan digunakan hanya selalu mengidntifikasi segala sesuatu dengan masalah. Segala sesuatu yang disoroti hanya dari kekurangan dan segi uang . Sangat jarang bahkan tidak pernah melihat segala sesuatu dari sisi kekuatan / potensi aset yang dimiliki disekitar kita yang bisa dimanfaatkan dengan baik.

Sesudah mempelajari materi

Setelah mempelejari modul 3.2 banyak terjadi perubahan pada diri saya. Salah satunya adalah mindset/ pola pikir, dimana tadinya saya hanya fokus dengan pendekatan berbasis kekurangan/masalah. Ternyata disisi lain ada pendekatan yang lebih efektif dan murah tanpa harus menggagalkan program yang sudah direncanakan 

Harapan saya

Gambaran kebersamaan dan kecerian yang akan merubah dunia 

 Setelah mempelajari modul ini dengan adanya perubahan mindset maka akan menjadi guru yang mampu menuntun sisiwa lebih kreatif mengelola emosi.dan pemanfaatan  segala sumber daya yang ada dengan baik 


 Memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam dan memiliki keterampilan dalam tehnik coaching serta mampu melakukan pemetaan aset/ kekuatan baik yang dimiliki oleh diri sendiri maupun oleh sekolah untuk dapat menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan dan berpusat pada anak

 Mewujudkan pembelajaran yang berdampak pada murid dengan merdeka belajar dan terciptanya profil pelajar pancasila dengan memanfaatkan potensi dan aset yang ada di sekolah dan lingkungan sekitar

Menggunakan Tahapan BAGJA

TAHAPAN PERUBAHAN YANG AKAN DILAKUKAN

1.Buat Pertanyaan

3.Gali Mimpi

 2. Ambil Pelajaran

4. Jabarkan Rencana 

5. Atur Eksekusi


B._BUAT PERTANYAAN DAN TINDAKAN dengan BAGJA 

B-Buat Pertanyaan 

 Strategi atau metode apakah yang digunakan untuk mewujdukan generasi robbani yang berkarakter dan berakhlak mulia serta unggul dalam prestasi ? 

TINDAKAN 

 1.Guru melaksanakan kegiatan pembiasaan keteladanan baik kepada murid maupun pada teman sejawat dan warga sekolah yang ada 

2. Membiasakan anak untuk melaksanakan ibadah harian dengan membimbing murid untuk mencintai     al-Qur’an dan Sunnah yaitu shalat sunat duha, menghafal doa-doa pendek,surah-surah pendek , Hadist-Hadist pendek dan ibadah- ibadah lainnya .anak tidak hanya memiliki kemampuan spiritual juga harus memiliki kemampuan intelektual yang baik.

 3.Menumbuhkan kegiatan yang mewujudkan kepemimpinan pada murid yaitu melatih keberanian tampil didepan 

4.Saling memberikan informasi dan koordinasi dan masukan tentang proses kegiatan yang sudah dilakukan antara semua guru disekolah 

A_Ambil Pelajaran 

PERTANYAA

 1. Hal baik apa yang pernah dicapai anak di sekolah

 2. Apa manfaat dilakukannya pembiasaan harian yang baik bagi murid

 3. Kegiatan seperti apa yang dilakukan untuk menumbuhkan perilaku dan akhlak yang baik pada murid?

TINDAKAN 

 1. Anak terbiasa melaksanakan kegiatan  ibadah dan sosial seperti bergotong royong ,saling berbagi,saling menyayangi dan masih bayak lagi praltek baik menjadi sebuah kebiasaaan dan karakter baik anak 

2.Agar anak-anak terbiasa secara mandiri untuk melakukan hal-hal baik dan bisa diiplementasikan baik di sekolah maupun dirumah dan itu akan menjadi satu hal yang melekat dalam hati anak agar terbiasa melakukan hal-hal baik. 

3. Menerapkan kegiatan proses belajar mengajar yang terintegrasi dengan penanaman nilai agama dan moral  secara berkelanjutan dan itu dijadikan pembiasaan serta keteladanan dengan mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan

G_Gali Mimpi

PERTANYAAN 

1.Apakah menerapkan perilaku akhlak mulia merupakan wujud dari Profil pelajar pancasila ? 2.Bagaimana perasaan seorang guru jika memiliki murid yang berakhlak mulia,berkarakter dan unggul dalam prestasi ?

3. Apa saja hal-hal baru yang dilakukan setelah memiliki murid yang berakhlak mulia,berkarakter dan unggul dalam prestasi ? 

TINDAKAN

1.Menerapkan 6 nilai utama profil pelajar pancasila sebagai wujud dalam menerapkan kegiatan yang berbasis Nilai moral agama serta penanaman nilai karkater salah satunya beriman,bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia 

2.Perasaan bangga dan terharu karena mimpi itu telah terwujud dan itu membuat kita semakin semangat untuk terus menggali potensi murid.

 3.Melakukan kolaborasi dengan orang tua sebagai mitra / kerjasama yang baik untuk menumbuhkan perilaku yang berakhlak mulia, melakukan penilaian dan evaluasi secara menyeluruh  dan otentik semakin baik dan terarah

J_Jabarkan Rencana

PERTANYAAN 

 1.Apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan murid impian generasi berahlak mulia dan berbudi perketi luhur ?

 2. Kegiatan seperti apa yang bisa menumbuhkan tercapainya generasi berakhlak mulia?

TINDAKAN

 1. Mengembangkan kegiatan dengan menerapkan metode pembiasaan dan keteladanan serta kolaborasi yang baik dengan memberikan contoh secara langsung dan nyata menjadi sebuah strategi atau cara yang dilakukan untuk menumbuhkan akhlak yang baik terhadap semua anak dan semua kelas.

 2.Menumbuhkan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada anak dengan mengupayakan kegiatan yang bimbingan dan stimulus yang baik.

A_Atur Eksekusi

PERTANYAAN 

1. Siapa saja yang terlibat dalam mewujudkan murid impian? 

 2.Metode seperti apa yang dilakukan agar konsisten dalam menerapkan dan menumbuhkan nilai karakter,akhlak dan prestasi pada murid?

TINDAKAN

 1.. Saya sebagai sumber kekuatan utama yang berperan sebagai aktor utama yang menjadi agen perubahan transformasi pendidikan yang lebih baik dan berkualitas serta unggul dalam segala hal, Anak sebagai subjek dan obyek utama dalam mewujudkan perubahan yang berbasis kekuatan , Kepala sekolah sebagai penanggung jawab dalam manajemen perubahan, Teman sejawat sebagai pendukung perubahan, Orang tua sebagai mitra yang memberikan dukungan dan motivasi untuk mewujudkan kegiatan atau program sekolah serta tumbuh kembang anak sehingga mimpi dan impian bisa terwujud secara bersama-sama. 

2.Menerapkan metode pembelajaran dengan pembiasaan serta keteladanan terhadap semua murid dari kelas A sampai kelas B secara kolaboratif dan menyeluruh yaitu pembiasaan karakter baik sebagai cerminan anak yang berahlalk mulia.




Rabu, 09 Maret 2022

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya


Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2.a.7.

Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Henny Kurniati,S.Pd

CGP Angkatan 3 Kota Bima NTB

TK Negeri Pembina 01 Raba Kota Bima

 

1.    Pemetaan tujuh kelompok  Aset Sumber Daya TK .Negeri Pembina 0 1 Raba Kota Bima :

 

1.Modal Manusia :



Guru,TU,anak dan komite sekolah

 Kepala Sekolah

Ø  Kepala Sekolah yang memiliki kompetensi ,semangat dan tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan Sekolah TK Negeri Pembina 01Raba Kota Bima 

Ø  Memiliki Kualifikasi Pendidikan S1

              Guru / Tenaga Pendidik

Ø  Guru dan tenaga pendidikan cukup berkompeten dalam melakukan tugasnya masing-masing.

Ø  Usia guru-guru yang masih relative muda, sehingga semangat dan tenaganya masih kuat.

Ø  Sebagian besar guru menguasai dan mahir dalam bidang IT

Ø  Para guru memiliki  kualifikasi pendidikan S1 

             Murid / Peserta Didik

Ø  Anak-anak yang kreatif dan aktif  dalam keceriaannya 

              Organisasi Paguyuban / komite wali Murid:

Ø  Adanya organisaasi paguyuban yang mendukung segala kegiatan sekolah demi peningkatan kemampuan dan  perkembangan anak 

Ø  Berperan aktif dalam pengembangkan tumbuh kembang anak

Ø  Sebagai penghubung atau jembatan komunikasi aktif dengan lembaga sekolah da masyarrakat.

 

2.Modal sosial :

o   Sekolah berada di lingkungan sosial yang kondusif Terbangunnya hubungan harmonis antara seluruh warga sekolah Terjalinnya kolaborasi antara Lembaga-lembaga terkait seperti kepolisian, kamtibmas, puskesmas, dinas Kesehatan, LPA Terjalinnya Kerjasama yang baik antara sekolah dengan komite sekolah/parentinng Adanya dukungan orang tua siswa dalam hal pemberian bantuan dana untuk mendukung kegiatan-kegiatan sekolah 

 

o     Masyarakat sekitar sekolah sangat mendukung dan kooperatif terhadap semua program sekolah. Secara umum, masyarakat sangat menghargai institusi pendidikan sebagai tatanan hidup yang mereka butuhkan dalam mencerdaskan generasi muda di lingkungan mereka

 

3 .Modal Fisik


                                   APE luar dan APE  dalam  

Infrastruktur :

Ø  Lingkungan sekolah merupakan daerah perkotaan , suasananya tenang dan kondusif untuk belajar.

Ø  Luas sekolah sangat memadai dengan jumlah ruang kelas yang memenuhi kebutuhan semua jenjang kelas

Ø   Ruang untuk :kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan tersedia dan memadai.Sarana prasarana lain lengkap dan telah direnovasi lebih baik lagi (listrik, pompa air, internet atau jaring Wifi, bangku dan meja, dsb 

Gedung Sekolah /upacara Bendera

Bangunan :

Ø  gedung sekolah, terdiri dari ruang  kepala sekolah,ruang kelas,ruang UKS,ruang Dapur, Katin jujur,WC,perumahan kepala sekolah dan guru, Aula untuk kegiatan seolah,PKG,PGRI dan DINAS

4. Modal Lingkungan :



Pemanfaatan kebun sekolah

Ø  Lokasi sekolah yang mudah dijangkau 

Ø  Terdapat lingkungan abiotik dan Biotik seperti persawahan, 
pegunungan, sebagai saranapenunjang pembelajaranPenggunaan lahan sekolahsebagai apotik hidup

Ø  Terdapat komunitas bank sampah
yang mendaur ulang barang
bekas menjadi barang yang
bernilai ekonomis

5. Modal Finansial :

Ø  BOP

Ø  Dana Komite

Ø  APBD Untuk Guru-guru Honerer K2  Daerah kota Bima

 

6.Modal Politik


Ø  Dinas  Dikbud  Kota Bima :

Mengeluarkan kebijakan terkait

Pendidikan di Kota Bima

Ø  Organisasi profesi guru yang

mendukung kreatifitas dan inovasi guru

maupun siswa

Ø  Puskesmas : memfasilitasi bidang

Kesehatan seperti vaksinasi, vitamin,

makanan tambahan, mendukung

tumbuh kembang anak,pemberian obat cacing 

Ø  Dinas sosial, memberikan bantuan dana bantuan korban banjir 

 

 

7. Modal Agama dan Budaya

Ø  Adanya kerukunan/toleransi antar umat

beragama yang kuat

Ø  Kegiatan imtak dan peringatan hari-hari

besar agama dengan memberikan

pembinaan atau perlombaan hafalan doa-doa pendek 

Ø  Masih kuatnya budaya/tradisi daerah

Bima di tengah-tengah masyarakat,

seperti budaya gotong royong

Ø  Warisan budaya lokal seperti pengadaan baju seragam 

 sekolah tenunan khas Bima /Mbojo  

Ø  Majelis Taalim ibu –ibu paguyuban

 


 

1.     Tulisan Reflektif Terhadap Hasil Analisis Aset/ Sumber Daya yang Dimiliki sekolah

 sekolah  TK Negeri Pembina 01 Raba Kota Bima merupakan sekolah negeri  tertua yang dibangun sejak 16 september  1986 disyahkn oleh bapak H.Gatot Suherman di kota Bima saat itu ,  satu-satunya TK dibawah   pemerintah pusat / Provinsi NTB sehingga semua kegiatan berpusat di TK kami.Namun sejak adanya otonomi daerah TK kami sekarang diambil alih langsung oleh peerintah Kota Bima sampai sekarang dan  puluhan  TK swasta di negerikan oleh pemerintah sehingga TK kami diurutkan menjadi TK  01 sampai 33 TK  yang ada di kota Bima sampai sekarang. Ini yang membuat sekolah kami menjadi unik dan bersejarah.

Sekolah TK Negeri Pembina 01 Raba Kota Bima memiliki jumlah siswa dari masa ke masa meningkat sampai 100 siswa dari 4 kelas terdiri dari kelas A dan B, Tenaga Guru dan TU  kurang lebih  20 orang . namun seirig berkembangnya zaman banyaknya berkembang TK/PAUD disekitar lingungan sekolah kami dan ditambah  wabah covid 19 mempengaruhi minat dan jumlah siswa. Tahun Ajaran 2021-2022 ini total murid hanya sekitar 60 orang dari 3 kelas dan total guru dan TU hanya 12 orang saja.

          Tapi kami bangga bahwa TK Negeri Pembina 01 Raba Kota Bima tetap menjadi contoh dan teladan bagi sekolah lain , memiliki fsilitas yang cukup luas dan memadai,sebagai pusat kegiatan dan sumber informasai bagi TK /PAUD yang ada dikota Bima ,  memiliki lahan Abiotik dan Biotik yang cukup luas sehigga kami belajar  memanfaatkan aset yang ada.memiliki toleransi yang tinggi terhadap kondisi murid maupun gurunya dengan didasarkan pada nilai kemanusiaan. Misalnya , jika murid ataupun warga sekolah memiliki suatu kendala dijembut kami akan mengantarnya dirumah siswa , memiliki organisasi paguyuban wali murid yang selalu aktif dan berkooerdinasi dengan  guru sehngga mempermuda mobilitas kegitan disekoah ,untuk  kelancaran proses belajar mengajar. Sekolah ini juga telah memiliki fasilitas wifi atau jaringan internet. Yang mendukung pembelajaran daring selama masa covid 19

 Sekolah kami mampu menjalin hubungan baik dengan warga sekitar, aparat dan juga komunitas luar sekolah demi mewujudkan tujuan untuk memajukan kualitas Pendidikan yang berdampak baik bagi masyarakat sekitar.  Misalnya, kerjasama dengan puskesmas setempat untuk pemeriksaan Kesehatan guru  dan anak  di sekolah kami, kerjasama pemberian makanan tambahan (PMT),pemberian obat cacing,vitamin A serta penyuluhan untuk siswa kami. Sekolah juga bekerjasama dengan kepolisian dan babinsa untuk penyuluhan tentang perkenalan profesi polisi dan pengamanan dan rasa aman . LPA yang  memberikan penyuluhan tentang adanya kekerasan pada anak ,bulliying dan kejahatan lainnya. Sebagai Kekuatan yang kami miliki dan berharga untuk masyarakat/komunitas sekitar

           Alhadulliah dengan adanya modul 3.2 ini mengajari kami lebih serius lagi memanfaatkan aset dan kekayaan sekolah yang ada sebagai pendukung mutu pendidikan Anak Usia Dini di TK Negeri Pembina 01 Raba Kota Bima Yang akan  kami kuasai. mengenali berbagai asset atau sumber daya yang ada dan tersedia di sekitar sekolah kami. Melalui pemetaan asset inilah, kami berusaha memanfaatkannya dengan cara memaksimalkan aset yang ada guna mendukung proses pembelajaran di sekolah kami.

          Sekolah kami terus berbenah dari tahun ke tahun. Dalam kurun waktu 4 tatahun                       terakhir (2017-2021) terbukti banyak perubahan sekolah dan tampilannya makin                     dinamis renofasi dan perbaiakan dan perkembangan sarana dan prasarana yang                     cukup . Pimpinan juga memberi kesempatan seluas-luasnya bagi warga sekolah untk  berkembang. Dan sukses dalam penggaabdian dan lebih baik lagi dari yang lainnya.

 


AKSI NYATA 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 TEMA :  Kamis  HIjau  Nan  Bersih   ( KAHINBI)  KAHINBI d i ambil dari bahasa Bima /Mbojo yang artinya "Bersama -sama"  atau den...